Dalam surat perintah yang dirilis pada Kamis (1/6), Gedung Putih menekankan keputusan ini bukan berarti negaranya membatalkan rencana kontroversial tersebut, tapi hanya menunda.
"Pertanyaannya bukan apakah kami akan memindahkan atau tidak, tapi hanya masalah waktu," tulis Gedung Putih dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun Israel kecewa kedutaan besar itu tidak akan dipindahkan sekarang, kami menganggap ini sebagai ungkapan pertemanan Trump dengan Israel dan komitmennya untuk memindahkan kedutaan di masa depan," katanya.
Sementara itu, pejabat yang dekat dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudainah, mengatakan keputusan ini menunjukkan keseriusan AS untuk mendukung tercapainya perdamaian.
Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967 silam. Mereka kemudian mencaplok daerah tersebut, tapi tak diakui oleh masyarakat internasional.
Untuk menyatakan sikap penolakan tersebut, tak ada negara asing yang mendirikan kantor perwakilannya untuk Israel di Yerusalem.