Kemarahan masyarakat meningkat setelah serangan paling mematikan sejak 2001 itu. Aksi itu dilakukan pada Rabu, menggunakan truk tanki berisi peledak yang berdampak sangat besar hingga membentuk cekungan besar di tanah.
Pulluhan demonstran yang meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan "Matilah Taliban" berkumpul di dekat lokasi tersebut. Beberapa di antara mereka mencoba untuk menembus pembatas keamanan sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan ke udara dan mengerahkan meriam air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara-saudari kami menjadi martir dalam serangan berdarah Rabu kemarin dan pemimpin kami tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan pembantaian tersebut," kata Rahia Jafari, pegiat masyarakat sipil dalam aksi ujuk rasa itu.
[Gambas:Video CNN]
"Kami ingin keadilan, kami ingin para pelaku penyerangan dihukum gantung."
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani diperkirakan akan menyetujui eksekusi 11 orang narapidana Taliban dan Haqqani, kata seorang sumber pada AFP. Hak ini diduga menjadi aksi balas dendam pemerintah terhadap serangan itu.
Taliban--menjelang peringatan tahunan Serangan Spring--menolak dituding terlibat dalam serangan ini.
Kelompok ini telah melakukan sejumlah serangan di Kabul, termasuk serangan kedutaan besar India yang menewaskan nyaris 60 orang, 2008 lalu.