"Kami menghadapi kejadian di #LondonBridge, ketika kami memiliki lebih banyak informasi, kami akan memperbarui umpan Twitter ini," tulis akun Kepolisian Metropolitan London.
Seorang saksi mata, Mark Roberts, mengatakan kepada CNN bahwa dia berada di jembatan ketika sebuah van meluncur di jalan raya dengan kecepatan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepenglihatan saya, ada lima atau enam orang tergeletak dan tidak bergerak. Saya melihat bahwa van itu mengincar orang-orang," katanya.
Roberts juga mengatakan bahwa dia mendengar suara tembakan beberapa saat kemudian. Dia memperkirakan ada 100 orang yang berada di jembatan saat itu.
Adapun kedua jalur jembatan itu diblokir polisi. Pihak berwenang belum mengatakan apa yang menyebabkan kejadian tersebut.
Inggris telah berada dalam situasi buruk sejak 22 Mei, ketika seorang pembom bunuh diri membunuh 22 orang dalam sebuah konser Ariana Grande di Arena Manchester.
Sementara insiden jembatan ini juga terjadi lebih dari dua bulan setelah seorang pria mengemudikan SUV ke kerumunan di trotoar sepanjang Westminster Bridge di London, menewaskan sedikitnya empat orang.
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan, si penyerang, Khalid Masood, 52 tahun, dari West Midlands, dilaporkan memiliki catatan kriminal dan mungkin memiliki hubungan dengan ekstremisme.