Duka Ganda Juventini di Turin

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 04/06/2017 19:14 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Niat Juventini menyambut kemenangan tim sepak bola favorit mereka di Turin, Italia, berubah bencana ketika ledakan terjadi di tempat 'nobar' usai kekalahan.

Malam nonton bareng final Juventus lawan Real Madrid Liga Champions yang dilakukan oleh ribuan Juventini di Turin berubah bencana. Sebuah ledakan terjadi di alun-alun San Carlo, Sabtu (3/6). (REUTERS/Giorgio Perottino)
Ledakan tersebut mengagetkan ribuan Juventini yang baru saja mengetahui tim idola mereka kalah dari Real Madrid. Sontak, ledakan tersebut membuat ribuan penggemar lari kocar-kacir. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Kericuhan yang terjadi membuat banyak berjatuhan korban. Sebagian besar karena terinjak-injak saat berupaya melarikan diri. Tercatat, ada 1.400 orang luka-luka. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Media lokal setempat juga memberitakan sebanyak tujuh orang luka serius, termasuk bocah tujuh tahun yang terinjak-injak massa. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Menurut video yang menyebar di media sosial, sesaat ketika Real Madrid akan memastikan diri menang 4-1 atas Juventus, terjadi ledakan di tengah-tengah San Carlo yang sontak membuat kerumunan melarikan diri. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Ledakan itu membawa kepanikan mendalam pada para penggemar Juventus, mengingat serangkaian teror terjadi di Eropa, termasuk di Manchester beberapa waktu lalu dan London di waktu yang hampir bersamaan. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Ledakan tersebut semula dikira adalah bom, namun kemudian diketahui bahwa hal tersebut adalah hoax. Polisi masiih mencari tahu penyebab ledakan tersebut. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Dalam kericuhan tersebut, berbagai benda melayang ke udara, seperti sepatu, botol bir, tas, dan berbagai benda lainnya. Orang-orang pun banyak yang pincang setelah terinjak-injak. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Polisi saat ini membentuk pos informasi bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat mereka. Diketahui pula, dalam kejadian tersebut banyak anak terpisah dari orang tuanya. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Tim medis pun berupaya sekuat tenaga menangani ribuan korban dan juga mengantar mereka ke rumah sakit terdekat. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Wali kota Turin, Chiara Appendino yang menonton pertandingan di Cardiff mengadakan pertemuan dengan polisi pada Minggu (4/6) pagi. (REUTERS/Giorgio Perottino)
Appendino juga mendatangi sejumlah rumah sakit tempat dirawatnya Juventini korban kericuhan, termasuk bocah tujuh tahun yang terinjak-injak. Anak itu menderita luka di kepala dan badannya, dilaporkan serius namun dalam kondisi stabil. (REUTERS/Giorgio Perottino)