"Praktik Qatar berhubungan dengan milisi kudeta (Houthi) dan mendukung kelompok ekstremis menjadi semakin jelas," kata pemerintah dalam pernyataan di kantor berita Saba yang dikutip Reuters, Senin (5/6).
Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah lebih dulu memutus hubungan dengan Qatar dengan alasan negara tersebut mendukung terorisme, termasuk ISIS, Al-Qaidah dan Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan Islam tertua di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Yaman juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan untuk mengeluarkan Qatar dari koalisi Saudi yang sudah bertempur untuk mengusir Houthi dari Sanaa selama lebih dari dua tahun.
Dengan langkah terkoordinasi ini, permasalahan soal dukungan Qatar terhadap Ikhwanul Muslimin menjadi semakin keruh dan Doha bahkan kian dituding mendukung agenda Iran yang merupakan rival utama kawasan.
Namun, Qatar menyatakan tetap berkomitmen pada Dewan Kerja Sama Teluk, menghormati kedaulatan negara-negara lain dan tidak ikut campur dalam urusan negara-negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menyebut keputusan Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain untuk memutus hubungan dengan Qatar tidak akan berpengaruh banyak pada upaya melawan kelompok teror ISIS.