"Solusi untuk perbedaan antara negara-negara di kawasan, termasuk masalah terkini antara Qatar dan tiga negara tetangganya, hanya bisa dicapai melalui metode politis dan damai dan dialog," kata juru bicara Bahram Ghasemi dalam pernyataan di situs resmi yang dikutip AFP, Senin (5/6).
Selain ketiga negara tersebut, Mesir, Libya dan Yaman juga telah memutus hubungan diplomatik dengan Doha. Langkah itu diambil dengan alasan negara tersebut mendukung terorisme, termasuk ISIS, Al-Qaidah dan Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan Islam tertua di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah-langkah ini lebih keras dibanding perselisihan delapan bulan yang sempat terjadi 2014 lalu, ketika Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab menarik duta besarnya dari Doha. Saat itu, hubungan transportasi masih dipertahankan dan warga Qatar tidak diusir.
Hal yang sama pun diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Dia bahkan menawarkan bantuan untuk membantu menyelesaikan perselisihan antara Qatar dan negara-negara Arab yang mengucilkannya.
Dia juga menambahkan, Ankara siap melakukan yang terbaik untuk membantu perselisihan.
Turki mempunyai hubungan baik dengan Qatar, termasuk dalam bidang energi. Namun, Ankara juga menjalin hubungan baik dengan negara-negara Teluk lainnya.