Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) di Inggris Raya Ahmad Ataka mengungkapkan bahwa aksi teror tersebut termasuk ke dalam dosa besar. Apalagi teror ini sampai menewaskan tujuh orang.
"Serangan terhadap warga sipil, terutama di bulan Ramadan, bukan hanya tidak sesuai dengan nilai Islam tapi juga termasuk dosa besar," kata Ataka dalam pernyataannya yang diterima CNNIndonesia.com pada Senin (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkinkah tindakan yang merugikan umat Islam dan merusak citra Islam itu dilakukan oleh oknum yang jernih pemahaman agamanya?" ucap dia.
Menurut data kepolisian London, selama beberapa tahun belakangan, terjadi peningkatan insiden dan tindak kriminal Islamophobia sebanyak 69,64 persen (2015) dan meningkat sebanyak 16,84 persen di tahun 2016.
Akibat teror di London Bridge tersebut, aktivitas warga Inggris sempat lumpuh. Jalur bus dan kereta di pusat kota London terganggu. Namun saat ini, warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa.
Bahkan area wisata di sekitar London Bridge, Tower Bridge dan Tower of London sudah kembali dipadati wisatawan asing yang berlibur di London.