Setelah polisi mengidentifikasi ketiga pelaku teror tersebut dan mengungkap bahwa dua orang di antaranya sudah dikenal oleh aparat keamanan, Partai Konservatif yang dipimpin May dihadapkan pada pertanyaan lebih jauh soal kebijakan mantan Menteri Dalam Negeri itu dalam memangkas jumlah anggota polisi.
Selisih perolehan dukungan Partai Konservatif, pekan lalu berada di angka 6 poin, turun menjadi 1 poin saja dalam survei terakhir dari Survation untuk ITV yang dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam serangan ketiga yang terjadi di Inggris dalam selang beberapa bulan ini, Butt dan dua orang pelaku lainnya menabrakki pejalan kaki di London Bridge pada Sabtu sore lalu sebelum berlari ke Borough Market dan menikam orang-orang.
Warga Kanada, Perancis dan Inggris menjadi korban tewas. Puluhan korban luka pun berasal dari sejumlah negara termasuk Perancis, Spanyol, Australia dan Selandia Baru.
Lihat juga:Rangkaian Terorisme di Eropa Sejak 2015 |
May menjawab dengan menyebut Corbyn sendiri lemah dalam hal terorisme. Dia sempat dikritik karena menentang undang-undang kontra-terorisme dan menunjukkan sikap tak acuh soal respons polisi terhadap serangan menggunakan takti "menembak-untuk membunuh."
Kepolisian telah menangkap 12 orang pada akhir pekan lalu di Barking, London Timur. Namun, belakangan mereka dibebasakan kembali tanpa tuntutan. Semalam, petugas kembali menangkap seorang berusia 27 tahun terkait kasus ini, tapi belum menjelaskan lebih jauh.