"Presiden menawarkan 10 juta Peso Filipina bagi yang dapat menangkap Isnilon Hapilon yang diyakini memimpin kelompok Maute-ISIS menyerang Kota Marawi," ujar Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, Eduardo Ano.
Hapilon memang merupakan salah satu teroris yang paling berbahaya di kawasan. Ia merupakan pemimpin tertinggi kelompok militan Abu Sayyaf yang biasa menyandera warga asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Duterte: Saya Ingin Seluruh Teroris Mati |
Selain pemerintah Filipina, Hapilon juga diburu oleh Amerika Serikat yang menawarkan imbalan hingga US$5 juta atau setara Rp66 miliar.
Ia masuk daftar paling dicari Badan Investigasi Federal (FBI) karena terlibat dalam penculikan tiga warga AS pada 2001 silam.
Sebagaimana dilansir Inquirer, Hapilon dilaporkan pindah dari markasnya di Basilan ke Lanao Del Sur pada tahun lalu untuk mendirikan kantung ISIS terbesar di Filipina.