Kelompok teror ISIS mengklaim bertanggung jawab dan merilis video yang diduga menunjukkan aksi para pelaku di dalam gedung parlemen bersama satu orang, tampak terluka, tergeletak di lantai.
Peristiwa langka ini menjadi serangan pertama yang diklaim oleh kelompok yang mengklaim diri sebagai Islam Sunni itu di dalam wilayah negara Syiah. Iran adalah salah satu kekuatan terbesar dalam perang melawan militan ISIS di Irak dan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar lima jam setelah laporan pertama, kantor berita Iran menyatakan empat orang yang menyerang gedung parlemen sudah tewas dan insiden tersebut telah usai.
Kepala departemen darurat Iran, Pir-Hossein Kolivand, mengatakan setidaknya 12 orang menjadi korban serangan tersebut. Demikian dilaporkan kantor berita IRIB.
Tak lama setelah serangan tersebut, seorang pelaku bom bunuh diri juga melakukan aksi serupa di dekat makam pendiri negara tersebut, Ayatollah Khomeini, beberapa kilometer ke arah selatan dari kota, kata Zolfaghari.
Pelaku serangan kedua pun ditembak mati, ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Intelijen menyatakan telah menangkam "tim teroris" lain yang merencanakan serangan ketiga, meski tidak menjelaskan secara detail.