Dari enam hasil survei pemilu yang dipublikasikan Rabu kemarin, dua menunjukkan dukungan bagi pemimpin Partai Konservatif itu semakin menjauhi rival dari Partai Buruh, Jeremy Corbyn.
Sementara dua survei menunjukkan selisih suara semakin menipis dan sisanya menunjukkan tidak ada perubahan di mana May masih memimpin polling.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan ICM, lembaga survei YouGov memprediksi May akan memperkuat kekuasaannya di parlemen. Hal ini berdasarkan keunggulan May dalam survei yang terus meningkat menjadi tujuh poin persentase dari sebelumnya hanya empat poin selama akhir pekan lalu.
"Kami pikir Konservatif akan kembali dengan suara mayoritas yang meningkat," tutur Direktur YoGov Anthony Wells, seperti dikutip Reuters.
Lihat juga:Pemilu Inggris dalam Bayang-Bayang Teror |
Meski begitu, sejumlah pengamat mengatakan pemilu kali ini diprediksi akan lebih ketat lantaran suara bergantung pada banyak pemilih muda, yang biasanya lebih condong mendukung Partai Buruh.
Pemungutan suara dimulai hari ini pukul 06.00 GMT dan berakhir pukul 21.00 GMT. Hasil hitung cepat pemilu diperkirakan keluar sekitar pukul 23.00 GMT.
May memerlukan suara dua per tiga dari total 650 konstituensi parlemen yang harus dipenuhi partainya untuk memenangkan pemilu kali ini.
Perundingan resmi Brexit akan dimulai pada 19 Juni mendatang, May berharap dengan digelarnya pemilu ini dia bisa mendapatkan dukungan dari Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP) yang anti Uni-Eropa, sekaligus merebut jatah kursi Partai Buruh di Parlemen.