Pihak berwenang melaporkan, kelompok bersenjata di wilayah itu telah mendapat dukungan dari politikus, bahkan penduduk setempat. Kepala staf militer, Jenderal Eduardo Ano, mengatakan sekitar 200 orang masuk dalam daftar buron mereka.
"Ini adalah kombinasi antara sejumlah nama politikus, warga sipil, dan anggota kelompok Maute beserta pemimpin-pemimpinnya," ucap Ano, Kamis (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer telah menangkap Wali Kota Marawi, Fahad Salic, yang diduga turut memberontak pemerintah pada Rabu (7/6) kemarin. Militer menyebut laporan bahwa Salic mendukung kelompok militan di sana telah muncul jauh sebelum krisis Marawi pecah.
"Jauh sebelumnya, ada laporan bahwa dia [Salic] adalah pendukung setia mereka. Dia menyediakan logistik dan finansial selama bertahun-tahun untuk kelompok Maute," tutur juru bicara militer, Brigadir Jenderal Gilbert Gapay.
Cayamora diboyong ke penjara di Manila, menjauhkan potensi militan di selatan yang berupaya melepaskannya, kata Gapay.
"Cayamora Maute dianggap sebagai salahs atu otak kelompok militan itu," ujar Gapay, seperti dikutip AFP.
Kerusuhan yang telah berlangsung hampir tiga minggu ini membuat Duterte terpaksa mendeklarasikan darurat militer di seluruh Mindanao, provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 20 juta orang.