"Saya rasa ini cukup untuk mengatakan dan membuka jalan bagi pemerintahan yang benar-benar mewakilkan semua rakyat di negara ini," ujar Corbyn, sebaimana dikutip Reuters, Jumat (9/6).
Pernyataan ini dilontarkan oleh Corbyn setelah sejumlah jajak pendapat hasil pemilu menunjukkan Partai Konservatif tak mendapatkan mayoritas kursi di parlemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan dari hasil malam ini adalah, Perdana Menteri mengadakan pemilu ini karena ingin sebuah mandat. Mandat yang ia dapatkan adalah kehilangan kursi Konservatif, kehilangan suara, dukungan, dan kepercayaan," ucap Corbyn.
May sendiri mengatakan, apa pun hasil pemilu kali ini, Partai Konservatif akan memastikan stabilitas negara.
"Negara ini membutuhkan periode stabilitas dan apa pun hasilnya, Partai Konservatif memastikan kami akan memenuhi tugas untuk memastikan stabilitas itu," katanya, sebagaimana dilansir AFP.
Jika perkiraan perolehan suara ini benar, maka Inggris akan masuk ke periode politik "parlemen gantung", di mana tak ada partai mayoritas dalam parlemen.
Bila May berhasil membentuk pemerintahan, ia harus menghadap ke Majelis Tinggi. Pemerintahan ini harus mendapatkan mosi kepercayaan setelah pembukaan parlemen pada 19 Juni.
Namun, jika May gagal membentuk pemerintahan atau tidak mendapatkan mosi kepercayaan, ia harus mengajukan pengunduran diri kepada Ratu Elizabeth II.
Kerajaan kemudian akan memberikan kesempatan kepada Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh selaku oposisi terkuat, untuk membentuk pemerintahan. Jika ia juga gagal, parlemen dapat dibubarkan dan pemilu kembali diselenggarakan.