Proses legislasi itu rampung setelah dipublikasikan media resmi pemerintah Jumat (9/6), menyusul pengumuman dari kantor kepresidenan, sehari sebelumnya. Undang-undang tersebut baru diajukan oleh parlemen pada Rabu dan Erdogan langsung menyetujuinya.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada awal pekan ini, menudingnya mendukung militan Islamis dan musuh bebuyutan kawasan--Iran. Beberapa negara mengikuti langkah itu sementara Doha menampik tuduhan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah pesawat tempur dan kapal perang Turki yang akan dikirim ke pangkalan tersebut akan dipastikan setelah persiapan laporan berdasarkan peninjauan awal di sana," kata Hurriyet.
Sebuah delegasi dari Ankara akan dikirimkan ke Qatar dalam beberapa hari ke depan untuk meninjau situasi di pangkalan yang kini menjadi rumah bagi 90 anggota tentara Turki itu.
Erdogan juga menyepakati perjanjian lain antara militer Turki dan Qatar terkait latihan bersama pada Kamis. Kedua undang-undang itu disusun sebelum sengketa di Timur Tengah pecah. Turki juga berjanji akan menyediakan makanan dan air untuk Qatar.
Erdogan pun mengatakan langkah mengisolasi Qatar tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Erdogan, yang telah lama mencoba menjalankan peran sebagai perantara negara berkuasa di kawasan, mengatakan Ankara akan melakukan semua hal untuk membantu menyelesaikan krisis.
Turki selama ini mempertahankan hubungan baik dengan Qatar dan sejumlah negara-negara tetangganya di Arab. Turki dan Qatar sama-sama mendukung Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pemberontak yang berperang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.