"Saya yakin pembocoran oleh James Comey lebih dari apa yang pernah dipikirkan oleh orang lain selama ini. Benar-benar ilegal? Sangat pengecut!" kicau Trump melalui akun Twitternya, Senin (12/6).
Comey membocorkan pertemuan tersebut dalam sidang yang digelar sebagai bagian dari penyelidikan besar-besaran mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum November lalu untuk memenangkan Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sumpahnya di ruang sidang, Comey bahkan menganggap Trump sebagai orang yang tak dapat dipercaya dan pembohong.
Comey menuturkan, dokumen ini disebarkan ke publik dengan bantuan seorang "teman" yang belakangan diketahui merupakan seorang profesor jurusan hukum di Universitas Columbia.
Dia berharap, dengan bocoran dokumen ini media akan mendorong pemerintah menunjuk penasihat khusus untuk menyelediki secara tuntas kasus keterlibatan Rusia ini.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan komite intelijen Senat menanyakan soal ada tidaknya rekaman percakapan antara Comey dan Trump tersebut. Jika ada, Senat meminta Comey untuk menyerahkan rekaman tersebut kepada komite pada 23 Juni mendatang.
Diberitakan AFP, Senator Partai Republik, Susan Collin, juga meminta Trump untuk "secara sukarela" menyerahkan bukti percakapan itu ke komite Intelijen dan turut memberi kesaksian di Senat.
Di sisi lain, sejumlah kritikus Trump menganggap kesaksian Comey itu menjadi salah satu bukti bahwa presiden ke-45 itu berupaya menghalangi penegakan hukum, memperbesar peluangnya untuk dimakzulkan.