Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, mengatakan bahwa kliennya dinyatakan bersalah atas tuduhan mengoordinasikan aksi protes ilegal.
Bukan hanya unjuk rasa, Navalny juga mengajak generasi muda Rusia melancarkan kampanye melalui internet untuk menolak rencana pencalonan diri Putin dalam pemilihan umum tahun depan guna menghindari pemerintahan yang korup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika polisi menyeret sejumlah orang dari kerumunan, para demonstran berteriak, "Memalukan! Putin adalah pencuri! Bebaskan Navalny!"
Sementara itu, 600 orang pengunjuk rasa di Saint Petersburg juga ditahan. Lebih dari 100 demonstran juga dibekuk di beberapa kota lain, termasuk Vladivostock, Kaliningrad, Norilsk, dan Sochi.
Tak hanya Navalny, otoritas juga menahan 1.500 demonstran lainnya dari seluruh penjuru Rusia. (Reuters/Maxim Shemetov) |
Salah seorang pengunjuk rasa, Alexander Tyurin, bahkan berteriak, "Putin sudah berkuasa selama 17 tahun dan tak berencana mundur. Dia merampas semua kekuasaan!"
Penahanan oleh aparat ini pun dikecam banyak pihak, termasuk Amerika Serikat yang kini dipimpin oleh sosok rekan Putin, Donald Trump.
"[AS] mendesak pemerintah Rusia untuk segera membebaskan semua pengunjuk rasa damai itu," tutur juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer.
Kecaman juga datang dari Uni Eropa yang mengkhawatirkan "penahanan ratusan pengunjuk rasa damai dan kekerasan yang dilakukan oleh otoritas terhadap mereka."
Senada dengan Uni Eropa, Amnesty International pun mengecam penahanan dan kekerasan aparat ini dan menyebut Rusia dalam "masa genting."
Tak hanya Navalny, otoritas juga menahan 1.500 demonstran lainnya dari seluruh penjuru Rusia. (Reuters/Maxim Shemetov)