Dalam peringatan bersama tersebut, Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Biro Investigasi Federal AS (FBI) merujuk kampanye serangan siber ini sebagai operasi "Hidden Cobra."
Peringatan itu menyebutkan, sejumlah aktor pemerintahan Korut melancarkan serangan siber yang menargetkan mdia, sektor penerbangan dan finansial, hingga infrastruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui laporan ini, FBI dan Kementerian Dalam Negeri AS juga mendesak semua organisasi untuk mengganti Adobe Flash dan Microsoft Silverlight mereka dengan versi yang baru., atau menghapus sistem itu.
Seorang analis siber di FireEye Inc, John Hultquist, mengatakan bahwa Korut juga melancarkan serangan serupa terhadap Korea Selatan.
"Ini mengindikasikan, mereka sedang mempersiaplan sesuatu yang sangat signifikan," kata Hultquist sebagaimana dikutip Reuters.