“Mereka membuat kolusi palsu dengan cerita Rusia, tidak ada bukti, jadi mereka mengincar dugaan menghalangi hukum terkait cerita palsu itu. Bagus,” kata Trump lewat Twitter, Kamis (15/6). Kemudian, dia menyebut dirinya sebagai korban pembunuhan karakter.
Mantan Biro Investiasi Federal (FBI) James Comey mengatakan kepada Kongres, pekan lalu, bahwa ia meyakini Trump memecatnya untuk menghambat penyelidikan badan yang saat itu dia pimpin terkait ikut campur Rusia. Dalam kasus itu, Trump diduga berkolusi dengan Moskow untuk memenangi pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber yang dekat dengan investigasi itu mengonfirmasi laporan Washington Post. Dia mengatakan penyelidikan dugaan menghalangi hukum “tak terhindarkan” setelah pengakuan Comey, meski isu ini tidak jadi fokus utama dalam penelusuran.
Menyelidiki dugaan tersebut memungkinkan para penyidik untuk meminta keterangan tokoh-tokoh kunci di pemerintahan, termasuk Jaksa Agung Jeff Sessions, Rosenstein, bahkan mungkin Trump sendiri, kata sumber tersebut kepada Reuters.