“Saya membatalkan kesepakatan sebelah pihak pemerintahan sebelumnya dengan Kuba,” kaya Trump, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (17/6).
Trump mengatakan bahwa Obama dan jajarannya tidak mempedulikan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh rezim Castro di Kuba. Ia berkata akan “mengekspos kejahatan yang dilakukan oleh rezim Castro.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada juga larangan barang-barang yang bisa dibawa oleh warga AS dari Kuba, termasuk rum dan cerutu.
Lihat juga:Utang Pribadi Trump Mencapai Rp4 Triliun |
“Kepada pemerintah Kuba, sudahi penganiayaan terhadap para pembangkang, bebaskan tahanan politik, setop memenjarakan orang yang tak bersalah, buka diri terhadap kebebasan politik dan ekonomi,” kata Trump.
Pemerintah Kuba di hari yang sama mengecam kebijakan baru Trump.
“Amerika Serikat tidak berhak untuk mengajari kami” soal HAM, ujar pemerintah Kuba dalam pernyataan, merujuk pada kasus kekerasan yang dilakukan oleh polisi AS, kematian akibat senjata api, serta perkiraan sebanyak 23 juta warga AS akan kehilangan asuransi kesehatan di bawah rencana kebijakan kesehatan AS di bawah Trump.