Sheikh Sabah yang memimpin upaya mediasi usai Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dua pekan lalu, berharap krisis tersebut bisa diselesaikan melalui dialog.
Dalam pidato tahunannya di bulan Ramadan, Emir Kuwait menyebut Ramadan bisa memberi “atmosfir perdamaian guna menyelesaikan perbedaan dan sengketa” di Teluk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sheikh Sabah menyebut kawasan Teluk berbagi “takdir yang sama” berkaitan dengan sejarah dan ikatan kekeluargaan lintas negara.
“Kepentingan umum ini membuat negara-negara Teluk memiliki kewajiban untuk tetap bersatu,” katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi, seperti diberitakan Reuters.
Selain itu, Emir Kuwait juga berdoa agar upaya perdamaian di Teluk segera terwujud serta mengingatkan bahwa seluruh dunia menghadapi ancaman serupa, yakni bertumbuhnya fenomena terorisme.
Atas sebab itu, Kuwait berdiri dalam solidaritas bersama komunitas internasional untuk memerangi terorisme hingga ke akarnya.