“Ini merupakan kesempatan bagi Perancis. Satu tahun lalu, tak ada yang dapat membayangkan pembaruan politik seperti ini,” ujar Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe, sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (18/6).
Meski masih ada 90 tempat yang dapat diperebutkan, LREM sudah dipastikan mendapatkan kursi mayoritas di parlemen. Sejumlah badan survei memprediksi, LREM akan mendapatkan 355 hingga 365 kursi dari 577 tempat yang diperebutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Rakyat tidak mau memberikan Macron kepercayaan begitu saja,” tutur juru bicara pemerintahan Perancis, Christophe Castaner.
Selama ini, Macron disebut-sebut sebagai pemimpin pembawa perubahan bagi Perancis. Ia merupakan pemimpin termuda di Perancis setelah Napoleon.
Pemikiran Macron yang dituangkan dalam prinsip LREM pun disebut dapat mengisi kekosongan dari partai-partai besar sebelumnya, seperti Sosialis dan Republik.
“Hari ini, kejatuhan Partai Sosialis sudah daat dipastikan. Presiden memiliki kekuasaan penuh,” ucap Jean-Christophe Cambadelis setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Sosialis.
Para oposisi pun mulai khawatir dan mendesak warga untuk tak membiarkan Perancis dipimpin oleh kekuatan mutlak. Seruan itu datang dari berbagai pihak, termasuk salah satu anggota parlemen sayap kiri, Jean-Luc Melenchon, yang bertekad akan melakukan “perlawanan sosialis” terhadap Macron melalui partai France Unbowed.
“France Unbowed yang akan menyerukan kepada bangsa ini, ketika momen itu datang, akan ada perlawanan sosialis. Dengan ini, saya memperingatkan kekuatan baru bahwa tak ada satu langkah pun yang akan dikorbankan dalam perjuangan hukum buruh,” katanya.