logo CNN Indonesia

Korsel Batalkan Semua Rencana Pembangunan Reaktor Nuklir

, CNN Indonesia
Korsel Batalkan Semua Rencana Pembangunan Reaktor Nuklir
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, membatalkan semua rencana pembangunan reaktor nuklir baru demi menjadikan negaranya sebagai kekuatan ekonomi Asia yang bersih dari atom.

“Kami akan menutup semua kekuatan atom kami dan membuka pintu menuju era pasca-nuklir. Saya akan membatalkan semua pesiapan pembangunan reaktor baru yang sekarang sedang berjalan dan menutup reaktor yang ada,” ujar Moon sebagaimana dikutip AFP, Senin (19/6).

Moon mengatakan, banyak reaktor nuklir berlokasi sangat dekat dengan daerah permukiman padat warga. Ia pun mengatakan, keberadaan reaktor tersebut menimbulkan “konsekuensi yang terbayangkan” jika ada krisis nuklir.

“Korea Selatan tidak aman dari risiko gempa bumi dan kecelakaan nuklir akibat gempa bumi bisa menimbulkan dampak yang besar,” tutur Moon.
Saat ini, Korsel mengoperasikan 25 reaktor nuklir yang mengalirkan sekitar 30 persen pasokan listrik negara. Pengoperasian sebagian besar reaktor tersebut dapat diperpanjang dari 2020 hingga 2030.

Namun, Moon memiliki kewenangan untuk menghentikan pengoperasian reaktor tersebut selama masih menjabat pada periode 2017-2022. Selama kampanye, Moon memang terus mengutarakan niatnya untuk menghentikan pengoperasian semua reaktor nuklir di negaranya.

Selain karena alasan keselamatan, Moon juga ingin menghentikan program ini karena terungkapnya serangkaian skandal korupsi besar yang melibatkan badan-badan nuklir negara.

Tak hanya nuklir, Moon juga memperkenalkan kebijakan “pasca-batu bara” untuk menghentikan pasokan listrik tenaga batu bara untuk mengurangi polusi udara di Korsel, negara dengan partikel polutan udara paling tinggi di antara anggota OECD.

Namun, sejumlah ahli mengatakan, penutupan pembangkit tenaga batu bara akan meningkatkan pengeluaran negara secara besar-besaran. Pasalnya, batu bara merupakan sumber daya bagi 40 persen kebutuhan listrik sehari-hari.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video