Perahu Motor Dicuri, 120 Lebih Imigran Sudan Diduga Tewas

Resty Armenia , CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 01:15 WIB
Perahu Motor Dicuri, 120 Lebih Imigran Sudan Diduga Tewas Lebih dari 120 imigran dikhawatirkan tewas setelah perahu motor mereka dicuri dan tenggelam. (Foto: REUTERS/Darrin Zammit Lupi)
Jakarta, CNN Indonesia -- International Organization for Migration (IOM) menyatakan bahwa lebih dari 120 imigran dikhawatirkan tewas setelah perahu motor mereka dicuri dan kemudian tenggelam.

IOM mengutip pernyataan itu dari dua orang imigran asal Sudan yang berhasil menyelamatkan diri dan dibawa ke Italia. Keduanya tiba di Pelabuhan Sisilia, Palermo pada Senin (19/6) bersama sekitar seribu imigran lainnya.

Juru Bicara IOM Flavio Di Giacomo menuturkan, dua warga Sudan itu mengaku meninggalkan Libya dengan sebuah perahu karet yang penuh sesak diisi oleh 130 orang, yang sebagian besar berasal dari Sudan.

Setelah beberapa jam di laut, segerombolan orang Libya menangkap mereka.
“Mereka menggambarkan [orang-orang Libya itu] sebagai bajak laut, namun mereka pada dasarnya adalah pedagang [manusia],” ujar Di Giacomo menirukan pernyataan korban selamat itu, melansir Reuters.

“Mereka mencuri [perahu] motor, sesuatu yang telah terjadi beberapa kali belakangan ini, dan pada titik itu, perahunya mulai terisi air dan tenggelam,” katanya.

Beberapa nelayan Libya menyelamatkan kedua warga Sudan bersama dua pria Nigeria yang merupakan korban selamat. Keempatnya kemudian dipindahkan ke perahu imigran yang lain dan dibawa ke Sisilia.

“Mereka syok, trauma dengan apa yang terjadi, dan kelelahan,” ujar Di Giacomo.

Ia pun menyebut bahwa tidak ada saksi mata resmi yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Meski demikian, para imigran dari perahu ke-dua mengonfirmasi cerita para korban selamat tersebut.
Gerombolan-gerombolan di Libya telah membangun sebuah perdagangan yang menguntungkan dari pengiriman imigran dengan kapal-kapal reyot menuju ke Italia, di mana lebih dari 65 ribu orang telah tiba di sana tahun ini.

Berdasarkan catatan IOM, terhitung sejak Rabu (14/6), terdapat 1.828 orang yang dipercaya telah tewas dalam upaya tersebut.

Perdebatan mengenai pengalihan imigran menjadi semakin pahit di Italia, yang perekonomiannya tertinggal dari rekan-rekannya di Eropa menjelang pemilihan nasional tahun depan.

Sebagian besar orang yang berupaya melakukan perjalanan ‘berbahaya’ itu datang dari Nigeria, diikuti oleh Bangladesh dan negara-negara sub-Sahara lainnya.