Sebelumnya, Adame dilaporkan menghilang di kota Nueva, Italia pada 18 Mei 2017 silam. Keluarganya melaporkan bahwa Adame diculik kelompok bersenjata. Saat hilang, Adame menjabat sebagai Direktur Umum Canal 6 Media TV, salah satu stasiun televisi Meksiko.
Berdasarkan investigasi, dugaan Adame diculik, karena ia kerap menerima intimidasi sebagai jurnalis. Menurut aktivis kebebasan pers, pelecehan jurnalis oleh pejabat publik umum terjadi di Meksiko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meliput isu sosial dan terkadang kami memang menganggu pihak yang berwenang melakukan itu. Tetapi, saya tidak pernah ada masalah dengan mereka," kata Adame suatu ketika kepada CPJ, Selasa (27/6).
Sejauh ini, menurut CPJ, Meksiko adalah negara paling berbahaya untuk jurnalis. Hingga saat ini, tercatat tujuh jurnalis Meksiko dibunuh orang tak dikenal. Hampir tidak satupun ada kasus yang terpecahkan.
Hal ini menujukkan kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap kasus pelanggaran hak jurnalis.
"Kami berada pada situasi di mana organisasi peredaran narkoba yang beroperasi, berkolusi dengan pemerintah lokal. Sehingga, tidak ada konsukensi untuk pembunuhan jurnalis," tutur Joel.
"Jadi, ketika pihak-pihak tersebut ingin mengontrol informasi dengan melakukan sensor terhadap jurnalis, mereka dapat melakukannya dan mendapat pembebasan hukuman," pungkasnya.