Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (3/7), setelah rapat menjelang kunjungan Presiden ke Turki dan Jerman.
"Di sela sela pertemuan G20, Presiden juga akan melakukan beberapa pertemuan bilateral termasuk dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump," kata Retno usai rapat yang dipimpin Jokowi itu sebagaimana dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi banyak sekali yang inta kita untuk Presiden melakukan pertemuan bilateral. Kita semuanya sedang mengatur jadwalnya, tetapi sejauh ini yang konfirm tercatat sudah enam," kata dia.
Pertemuan dengan Trump sendiri saat ini masih terus diatur penentuan jadwalnya.
Dia juga menambahkan, pertemuan antara Jokowi dan Trump akan menjadi kesempatan kedua negara duduk bersama, meski sebelumnya sudah berbicara melalui sambungan telepon.
"Pertemuan pertama dalam konteksk bilateral baru pertama kali terjadi walaupun pasa saat KTT Arab Islam-Amerika di Riyadh, Presiden sudah bertemu dengan Trump. Tapi baru sekali ini duduk," ujarnya.
"Tentunya baru sekali ini duduk secara bilateral, yang akan dibahas pasti urusan-urusan bilateral yang lebih luas dari sekadar hanya bicara mengenai kontra-terorisme."
"Dan kita juga masih menggarap dengan Korea Selatan," katanya.