Korsel-AS Tembakkan Rudal Peringatan ke Arah Korea Utara

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Rabu, 05/07/2017 16:08 WIB
Korsel-AS Tembakkan Rudal Peringatan ke Arah Korea Utara Korsel dan AS menembakkan rudal ke arah Korut sebagai peringatan atas uji coba rudal Pyongyang, Selasa (4/7) kemarin. (U.S. Department of Defense, Missile Defense Agency/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan dan Amerika Serikat menembakkan rudal ke arah Korea Utara sebagai peringatan atas uji rudal yang dilakukan Pyongyang, kemarin.

Adapun rudal yang ditembakkan Korut pada Selasa, disebut-sebut sebagai uji coba paling sukses. Rudal berjenis Hwasong-14 tersebut mengudara selama 40 menit dan mencapai jarak tempuh 933 kilometer sebelum jatuh di perairan Jepang.

Namun, ilmuwan AS menyebut jika ditembakkan dengan sudut dan ketinggian yang tepat, rudal tersebut bisa mencapai jangkauan maksimum sejauh 6700 kilometer, dan menghantam Alaska.  


Hal itu, tentu saja bagai tamparan di wajah Presiden AS Donald Trump yang langsung mengamuk di Twitter.


Tidak terima dengan ancaman tersebut, AS dan sekutunya, Korea Selatan, menembakkan rudal balistik jarak dekat, kurang dari 24 jam setelah uji coba rudal Korut. Kedua rudal balistik tersebut ditembakkan dari kawasan Semenanjung Korea dan jatuh di Laut Jepang.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebut kedua rudal balistik tersebut tepat mengenai target dan “menunjukkan kemampuan serangan presisi terhadap markas musuh pada saat darurat.”

Presiden Korea Selatan Moon Jae-In, yang awalnya berniat memperbaiki hubungan dengan Korut melalui dialog, memberikan pernyataan baru.

“Provokasi serius membutuhkan aksi lebih dari sekedar pernyataan,” kata Moon, dikutip AFP.

Sementara Jenderal AS Vincent Brooks, yang mengepalai pasukan gabungan di Korsel menyebut, “penahanan diri, yang merupakan pilihan, adalah hal yang memisahkan gencatan senjata dan perang.”


Dia juga menyebut sejauh ini, peluncuran peluru kendali dari Korsel dan AS hanyalah pertunjukkan semata. “Tapi, kami dapat mengubah pilihan ketika diperintahkan para pemimpin aliansi,” tegas Jenderal Brooks.

Korsel dan AS berada dalam aliansi keamanan, dengan 28.500 tentara AS ditempatkan di Korsel sebagai bagian kerjasama.

Rudal peringatan AS-Korsel dipastikan membuat geram Pyongyang yang mengancam akan menggunakan senjata nuklir jika diprovokasi.

Di sisi lain, rudal tersebut ditembakkan hanay beberapa jam setelah Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat melakukan upaya menahan diri dan meredakan ketegangan di kawasan.

Selain itu, uji coba rudal Korut pada Selasa juga akan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan darurat PBB, hari ini dan pertemuan G-20 di Jerman, akhir pekan ini.