"Dugaan itu memang ada, namun pengamatan kami sejauh ini para syekh itu kemungkinan besar banyak mengkritik kebijakan Pemerintah Mesir dan ini menjadi indikasi untuk mengantisipasi ke arah paham tersebut," tutur Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar RI di Kairo, Windratmo, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (6/7).
Rifai Mujahidin al Haq, mahasisawa Universitas Al-Azhar asal Balikpapan, Adi Kurniawan asal Bandung dan Achmad Affandy Abdul Muis dari Lampung ditahan kepolisian Mesir pada 6 Juni lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, melalui situs resminya, KBRI menyatakan hasil pengkajian selama ini tidak mengindikasikan ada pemikiran radikal pada kelompok tersebut.
"Dananya secara resmi juga berasal dari Arab Saudi yang merupakan mitra terdekat Mesir. Meskipun demikian memang ada imbauan dari syekh besar Al-Azhar bahwa bagi para mahasiswa Al-Azhar harus belajar dan mengaji hanya dengan para syekh dari universitas tersebut," bunyi pernyataan tertulis KBRI Kairo pada 4 Juli lalu.
Di tempat terpisah, pada pertengahan Juni, KBRI Kairo juga menerima laporan bahwa mahasiswa Indonesia lainnya yakni Mufqi Al Banna ditahan di Kepolisian Sektor Aga Provinsi El Dakahlia, sekitar 15 kilometer dari Kota Mansourah.
Mufqi ditangkap dengan alasan serupa.
Lihat juga:Baku Tembak di Meksiko, 15 Orang Tewas |
Pihak KBRI bersama pengacara juga telah memberikan dokumen penting keempat pelajar, seperti paspor, izin tinggal, dan kartu identitas mahasiwa, kepada otoritas berwenang.
Namun, keempatnya tetap ditahan.
Bahkan, otoritas Mesir menyampaikan keputusan menteri dalam negeri "yang bersifat final" dan mengharuskan keempatnya segera dideportasi ke Indonesia dalam waktu dekat, dengan alasan memperhatikan "keamanan setempat".
"Mereka sudah pasti akan dipulangkan ke Indonesia, saat ini keadaan mereka juga baik. Mungkin [dipulangkan] sekitar 8 Juni. Mengenai studi para mahasiswa, kami belum mendapatkan kepastian," tutur Windratmo.
"Hingga saat ini KBRI Kairo tidak pernah menerima pernyataan resmi dari Pemerintah Mesir terkait alasan penangkapan itu. Menurut analisis kami sejauh ini tidak ada indikasi mahasiswa tersebut seperti itu," ucapnya menambahkan.