"Saya akan memakan hati Anda jika diminta! Beri saya garam dan cuka, akan saya makan itu di depan mata kalian!" ucap Duterte dalam pidatonya di depan aparat lokal pada Rabu (5/7) malam, seperti dikutip AFP.
"Saya tidak memilih-milih makanan, saya makan semuanya. Saya bahkan bisa memakan apa yang tidak bisa ditelan," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kita mau membiarkan diri diperbudak oleh orang-orang itu? Dasar anak pelacur!" ucap Duterte marah sambil memegang ponselnya yang menunjukkan foto dua sandera tersebut.
Jenazah kedua sandera itu dilaporkan ditemukan kepolisian di Pulau basilan, Mindanao--sebuah wilayah di selatan Filipina yang menjadi markas Abu Sayyaf.
Kelompok ini telah lama menjadi ancaman keamanan bagi pemerintahan Filipina. Abu Sayyaf dikenal dengan aktivitas penyanderaan serta pembajakan kapal asing dengan tuntutan tebusan.
Mereka tak segan membunuh para sanderanya jika tebusan yang mereka minta tak dibayarkan.
Abu Sayyaf beberapa waktu lalu juga mengeksekusi tiga warga Jerman dan Kanada.
Lihat juga:Abu Sayyaf Penggal Dua Sandera Asal Vietnam |
Kementerian Luar Negeri Vietnam mengecam pembunuhan dua warganya tersebut. Hanoi meminta Filipina menghukum berat kelompok yang bertanggung jawab atas kejadian itu.
Eksekusi dua warga Vietnam ini terjadi di tengah pertempuran pasukan pemerintah dengan kelompok pemberontak Maute yang berlangsung di bawah darurat militer di Marawi sejak 23 Mei lalu.
Bentrokan tersebut telah menewaskan setidaknya 460 orang, termasuk anggota militan, militer dan warga sipil.