Banjir tersebut terjadi setelah selama dua minggu wilayah selatan China itu diguyur hujan lebat yang memaksa sekitar 1,6 juta orang mengungsi keluar kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir AFP, Tang menuturkan, nilai kerusakan akibat longsor dan banjir bisa mencapai US$5,6 miliar.
Wilayah pusat dan selatan China telah dilanda banjir sejak Juni lalu.
Otoritas wilayah Guangxi melaporkan pada pekan lalu bahwa 24 orang tewas atau hilang karena banjir yang juga merusak ribuan rumah.
Sekitar akhir Juni, tanah longsor mengubur sebuah desa di Provinsi Sichuan, barat daya China, menewaskan setidaknya 10 orang dan 73 lainnya hilang.