"Kami terus mendapatkan kabar yang mengganggu dari para warga sipil yang lolos dari Maute. Mereka menyebutkan bahwa anak-anak dan para sandera yang masih terjebak dilibatkan dalam baku tembak," tutur juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, Selasa (11/7).
Padilla mengatakan, pihaknya akan berupaya sekeras mungkin agar anak-anak itu tak menjadi korban dalam baku tembak. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak karena para anak itu sudah angkat senjata dan terlibat dalam pertempuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini, Militan Maute dilaporkan membunuh enam sanderanya lantaran menolak membantu mereka melawan militer.
Laporan itu diterima militer FIlipina dari sekitar delapan hingga 10 warga yang berhasil kabur dari tawanan Maute.
Beberapa sandera yang lolos juga menuturkan tak sedikit jasad dari para sandera Maute ditinggalkan begitu saja di jalanan selama berminggu-minggu.
Sekitar 470 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut, termasuk 366 teroris, 85 tentara, dan 39 warga sipil.
Bentrokan ini telah meluluhlantakkan Marawi hingga layaknya kota hantu. Serangan udara dan darat pasukan pemerintah terus menggempur kota yang telah ditinggalkan sekitar 400 ribu warganya ini.
Presiden Rodrigo Duterte selama ini berjanji akan menghancurkan militan Maute dan merebut kembali Marawi sesegera mungkin. Namun, hingga kini, janji itu tak kunjung terwujud.