Putusan ini menjadi kejutan bagi Lula yang merupakan salah satu politikus paling populer di Brasil dan menjadi pukulan telak bagi kesempatannya kembali ke dunia politik.
Pemimpin yang dipuji dunia karena mengurangi kesenjangan di Brasil ini menghadapi empat sidang korupsi lain dan masih bisa menghirup udara bebas karena mengajukan banding.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut jaksa, perusahaan menghabiskan uang dengan nilai tersebut untuk memperbaiki apartemen pantai untuk Lula sebagai imbalan bantuannya memenangkan kontrak dengan perusahaan minyak negara Petroleo Brasileiro.
Presiden kelas pekerja pertama di Brasil ini dituding jaksa mengotaki skema korupsi jangka panjang yang terungkap dalam penyidikan terhadap kasus suap seputar Petrobras.
Tim hukum Lula melalui surat elektronik menyatakan bahwa kliennya tidak bersalah dan akan mengajukan banding.
Pengacara Lula, Cristiano Martins, berulang kali menuding Moro sebagai hakim yang bias. Tudingan itu pun dengan tegas ditampik.
Dalam putusannya, Moro menulis bahwa dirinya "tidak mendapatkan kepuasan pribadi dalam putusan ini, justru sebaliknya."
"Sayang sekali seorang presiden republik ini divonis bersalah," kata Moro. "Seberapa penting pun Anda, semua setara di hadapan hukum."