Xiyue Wang, 37, terbukti "memata-matai negara dengan berpura-pura meneliti," kata Mizan, situs peradilan resmi Iran. Wang lahir di China tapi dinaturalisasi sebagai warga negara Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta semua warga AS yang ditahan secara sewenang-wenang di Iran agar segera dibebaskan untuk kembali ke keluarga masing-masing," kata seorang pejabat Kemlu AS. "Semua warga AS yang berencana pergi ke Irak, terutama yang berkewarganegaraan ganda, harus membaca peringatan terakhir kami."
Wang juga aktif di Pusat Studi Iran dan Teluk Persia Sharmin dan Bijan Mossavar-Rahmani di Universitas Princeton. Mizan menyebut pusat studi itu terkait dengan intelijen Barat dan Israel.
"Mata-mata Amerika yang ditahan di Iran juga berada di pusat itu dan misi yang dia emban adalah memperoleh informasi dan dokumen rahasia," kata Mizan. Ia disebut telah menyalin lebih dari 4.500 dokumen.
Wang ditahan pada Juli 2016 ketika mencoba untuk meninggalkan Iran "setelah ia khawatir akan keadaannya," kata Mizan.
Menurut pihak kampus, Wang adalah seorang kandidat doktor di Princeton, mendalami sejarah Eurasia abad 19 dan awal 20. Ia berada di Iran untuk meneliti dinasti Qajar.
"Kami sangat terganggu dengan dalwaan yang dijatuhkan terkait dengan aktivitas penelitiannya, dan dengan penjatuhan vonis dan hukumannya," bunyi pernyataan Princeton. "Keluarganya dan Universitas ... berharap dia akan dibebaskan setelah kasusnya disidan di pengadilan banding di Teheran." (aal)