Serangan udara yang terjadi pada Selasa (19/7) siang itu terjadi di distrik Mawza, sebelah barat daya Provinsi Taez.
Warga setempat mengatakan serangan itu dilakukan oleh pesawat tempur pasukan koalisi Arab Saudi yang tengah memerangi pemberontak Houthi di Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insiden terbaru ini sekalilagi menunjukan bahaya ekstrem yang dihadapi warga sipil di Yaman, terutama mereka yang berusaha melarikan diri dari kekerasan karena tidak bisa menanggung beban konflik," ucap organisasi itu menambahkan, seperti dikutip AFP.
Upaya damai antara kelompok pemberontak Houthi dan Pemerintahan Abdrabbuh Mansur Hadi hingga kini belum berhasil tercapai sejak perang sipil di negara itu bergejolak pada Maret 2015 lalu.
Setengah dari korban jiwa itu diperkirakan warga sipil. Sekitar 700 anak-anak diperkirakan terbunuh dan sekitar 1.000 lainnya terluka dalam setahun terakhir perang berkecamuk di negara itu.
Dalam pernyataannya, UNHCR mengatakan banyak warga sipil yang telah melarikan diri dari distrik Mokha, pantai Laut Merah, karena pertempuran tengah bergejolak di sana.
Pasukan Presiden Hadi berhasil merebut pelabuhan Mokha dari Houthi pada Februari lalu, sebagai upaya pemerintah mengusir pemberontak dari wilayah di garis pantai itu.