Pejabat dan intel setempa mengatakan bahwa, beberapa bulan lalu, mereka menyadari ada aliran pergerakan pasukan ke pegunungan Hamrin di timur laut Irak. Para komandan ISIS melarikan diri bersama pasukannya ke daerah tersebut untuk mencari tempat berlindung yang mempunyai akses ke empat provinsi sekaligus.
Sebagian dari kelompok yang melarikan diri itu sempat dicegat oleh pasukan Irak, tapi banyak juga yang berhasil menghindari kejaran petugas dan mulai membangun markas anyar untuk menjalankan operasi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mulai bekerja. Mereka mempunyai akses yang mudah ke ibu kota," kata Lahur Talabany, pejabat tinggi kontra-terorisme Kurdi. Sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS, ia menjadi ujung tombak pemberantasan ISIS.
"Saya yakin kami akan kesulitan."
Ketika kelompok suku yang didanai Amerika berhasil mengalahkan al-Qaidah, kelompok garis kerasnya berkumpul kembali di antara gurun Irak dan Suriah. Mereka muncul kembali dengan label baru yang mengejutkan dunia: ISIS.
Dengan sekejap menguasai Mosul, kelompok ini langsung menyaingi kebrutalan al-Qaidah, melakukan pembunuhan massal dan eksekusi untuk menerapkan ideologi ultra-gariskerasnya.
Tidak seperti al-Qaidah, kelompok ini bisa menguasai sepertiga wilayah Irak, memperoleh informasi tentang daerah-daerah yang bisa digunakan saat mereka menyerang balik pasukan pemerintah.