Selain Indonesia, tiga negara lain juga mendesak Dewan Keamanan PBB segera bersidang. “Indonesia meminta kepada PBB, kepada Sekjen PBB, agar Dewan Keamanan PBB segera melakukan sidang untuk membahas krisis yang ada di komplek Masjid Al Aqsa,” kata Presiden Jokowi di Yogyakarta, Sabtu (22/7) kemarin.
Situasi di Yerusalem memanas setelah pasukan keamanan Israel memasang detektor logam di area Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Pemasangan detektor ini sebagai respons atas penikaman terhadap dua polisi Israel yang bertugas di area tersebut.
Pembatasan juga dilakukan bagi yang hendak memasuki area Bait Suci, di mana masjid Al Aqsa ada di dalamnya. Akses hanya dibuka bagi pria berusia di atas 50 tahun dan perempuan semua umur. Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penarikan semua kontak resmi dengan Israel sampai negara itu memindahkan detektor logam dari area masjid Al Aqsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saudara si pelaku ditangkap,” kata seorang juru bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters. Tentara Israel kemudian membatasi gerak-gerik masyarakat di desa itu.
Di Yerusalem, polisi Israel berhadapan dengan pengunjuk rasa Palestina yang melempari mereka dengan batu dan botol. Polisi menggunakan granat kejut, gas air mata, dan meriam air untuk membubarkan mereka.
Kekerasan berlanjut di Tepi Barat. Seperti dilansir Kementerian Kesehatan Palestina, seorang Palestina tewas terkena api di Al-Azariya di utara Yerusalem.