Retno menyebut, pemerintah Indonesia hingga saat ini, terus mengupayakan penurunan eskalasi dengan cara mengajak negara-negara lain meredam konflik di kawasan tersebut, meskipun tidak berkunjung secara langsung.
"Belum ada, itu [kunjungan] opsi kesekian, tapi kita tetap berupaya meredam eskalasi di Al-Aqsa meskipun tanpa berkunjung langsung," kata Retno saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa hari terakhir, Retno menyebut telah berkomunikasi dengan Amerika, Filipina, dan Yordania untuk meminta dukungan dalam meredam permasalahan yang berakibat pada pembatasan ibadah umat Muslim tersebut.
"Saya berkomunikasi dengan pihak Yordania, karena masjid Al-Aqsa ada dalam kewenangan Yordania, bagaimana caranya agar konflik ini berhenti, itu," kata dia.
Sebelumnya, Retno juga mendesak Israel agar menghentikan pembatasan beribadah dan aksi kekerasan di Masjid Al-Aqsa. Desakan itu disampaikan Retno saat berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson.
"Indonesia meminta agar Amerika Serikat mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa,” demikian pernyataan Retno dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (23/7).
Retno mengatakan, Indonesia khawatir tragedi di Masjid Al-Aqsa berbuntut panjang dan makin memperburuk situasi. Menurutnya, tindak kekerasan oleh pihak keamanan Israel di kompleks masjid itu bukan hanya soal korban yang terus berjatuhan dari kedua belah pijak, melainkan juga mengenai kestabilan keamanan di kawasan.