"Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir merilis sebuah pernyataan bersama yang memasukkan sembilan organisasi amal dan sembilan individu yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat aktivitas terorisme dan juga terkait dengan otoritas Qatar," bunyi sebuah pernyataan yang dilaporkan kantor berita Saudi, SPA, Selasa (25/7).
Daftar hitam itu mencakup tiga organisasi berbasis di Yaman dan enam yayasan asal Libya yang dituding memiliki keterlibatan dengan Al-Qaidah dan afiliasi kelompok itu di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini merupakan aksi terbaru yang dilakukan Saudi cs di tengah aksi boikot dan pengucilan keempat negara Timur Tengah tersebut terhadap Qatar.
Krisis diplomatik antara Doha dan keempat negara itu telah berlangsung sejak 5 Juni lalu. Sejak itu Saudi cs memutus hubungan diplomatik dan segala akses perhubungan dengan Qatar.
Riyadh dan tiga sekutunya menuding Doha mendukung serta mendanai kelompok ekstremisme sehingga mengancam stabilitas kawasan.
Klaim tersebut secara konsisten dibantah keras oleh Qatar yang menganggap Saudi dan UEA telah menyebarkan berita palsu.
Saudi cs menuntut 13 hal pada Qatar jika ingin blokade berakhir. Salah satu tuntutannya yakni menghentikan dukungan pada kelompok Ikhwanul Muslimin dan menutup media Al-Jazeera.
Tuntutan lainnya adalah mendesak Qatar mengurangi kedekatannya Iran--yang merupakan rival Arab di kawasan--serta menutup basis militer Turki di Doha.
Meski begitu, hingga kini Doha masih memberikan respons negatif terhadap belasan tuntutan tersebut dan hanya menyerukan dialog untuk menyelesaikan sengketa.