Setelah diinterogasi, pria tersebut yang diduga mengalami ketidakstabilan psikologi. Selain itu, pria muslim yang disebut meneriakkan "Allahu akbar" tersebut diduga tak terlibat dengan jaringan teror manapun.
Hanya saja sampai saat ini polisi belum bisa menemukan kewarganegaran pria tersebut. Akta kelahirannya menyebut pria tersebut lahir di Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku menggunakan pisau dapur panjang untuk menyerang korban.
Salah satu korban yang terluka adalah warga Turki. Pihak terkait mengungkapkan bahwa korban tersebut juga membantu mengadang pelaku.
"Kami semua gemetar, ketakutan," kata Menteri Dalam negeri Hamburg Andy Grote, dikutip dari CNN.
Dia juga menyebut serangan itu sebagai tindakan barbar. Grote juga menyebut tindakan warga yang berani mengadang pelaku sebagai hal yang sangat berani. (chs)