Dengan bahasa sarkastik dan kasar khasnya, Duterte bahkan menyebut Kim Jong-un sebagai 'orang gila' yang terus bermain dengan rudal dan senjata nuklirnya.
"Dia [Kim Jong-un] bermain dengan mainan berbahaya. Jangan percaya dengan orang gila ini, jangan terkecoh oleh wajahnya yang gendut dan terlihat imut itu," ucap Duterte dalam pidatonya di televisi nasional, Rabu (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan pertama kalinya Duterte mengkritik Kim Jong-un soal ambisi nuklir Korut. Pada April lalu, eks Wali Kota Davao itu juga sempat mempertanyakan kewarasan Kim Jong-un dan mendesak AS untuk menahan diri agar tak memancing Korut "melakukan hal yang bisa mengakhiri dunia."
Serangan ini dilontarkan Duterte menjelang pertemuan regional antara menteri luar negeri negara ASEAN dan negara mitra di Manila pada 7 Agustus mendatang. Rencananya, menlu Korut juga akan hadir dalam pertemuan itu.
Diberitakan AFP, menlu Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Australia, India, Jepang, dan Rusia juga dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.
Di Manila, AS berencana mengangkat situasi Semenanjung Korea, khususnya terkait ancaman Korut.
Menlu AS Rex Tillerson berencana menekan China dan ASEAN untuk berbuat lebih banyak lagi dalam upaya membendung ambisi nuklir Pyongyang. Meski begitu belum ada rencana Tillerson untuk bertemu langsung dengan Menlu Korut Ri Su Yong secara empat mata dalam pertemuan itu.
Sejak meneruskan kepemimpinan sang ayah--Kim Jong-il--pada 2011 lalu, Kim Jong-un terus mengembangkan program rudal dan nuklir meski sanksi internasional terus berjatuhan pada negaranya.
Pada pekan lalu, Kim Jong-un bahkan mengawasi uji coba rudal antarbenua (ICBM) terbarunya yang diklaim memiliki kapabilitas nuklir dan dapat menjangkau daratan AS seperti Alaska, Chicago, bahkan Los Angeles.