"Langkah Duterte tetap tidak dapat membuatnya menjadi panutan bagi anak muda. Semuanya tak lantas membuatnya termaafkan dari mempromosikan budaya kekerasan, pembunuhan massal, dan kebencian terhadap perempuan," ujar legislator dari Partai Akbayan, Tom Villarin, kepada Inquirer.
Di tahun pertamanya menjabat, Duterte memang dikecam karena terlalu fokus pada perang anti-narkoba yang merenggut ribuan jiwa tanpa kejelasan dalam proses peradilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasihat ekonomi Duterte mengatakan, pemerintah tidak akan dapat menggelontorkan dana untuk memberikan pendidikan gratis yang diperkirakan bisa mencapai 100 miliar peso dalam setahun.
Para penasihat ekonomi itu juga mengatakan, memberikan pendidikan gratis bagi mahasiswa di perguruan tinggi tidak akan menguntungkan warga miskin. Pasalnya, hanya 12 persen mahasiswa yang berasal dari keluarga berpendapatan rendah.
Sementara itu, Duterte masih harus memikirkan pemenuhan anggaran infrastruktur hingga US$180 miliar pada akhir masa jabatannya pada 2022. Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah sudah meminta legislator untuk meloloskan rancangan anggaran terbaru.
Program ekonomi Duterte sendiri berfokus pada pengeluaran infrastruktur dan efisiensi fiskal untuk meningkatkan pertumbuhan hingga 8 persen pada 2022.