Di saat yang sama, Korut selama ini mengabaikan peringatan internasional untuk menghentikan program peluru kendali dan nuklirnya, termasuk AS dan China. Padahal, China adalah satu-satunya negara sekutu Pyongyang.
Ambisi nuklir Korea Utara akan menjadi perhatian dalam Forum Regional ASEAN (ARF) Senin yang akan datang (7/8) di Manila. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Robespierre Bolivar kepada wartawan, sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat menerbitkan pernyataan pada Kamis untuk mendoro negara-negara Asia "melemahkan keterlibatan atau pertukaran diplomatik" dengan Korea Utara menjelang pertemuan keamanan regional tersebut.
ARF mempertemukan 27 negara termasuk Australia, China, India, Jepang, Rusia, Korut, Korsel dan Amerika Serikat.
"Acara ini menyediakan tempat yang sangat terbuka untuk semua pihak untuk mengutarakan keprihatinan terhadap Korut dan mencoba mencari cara bekerja sama menyelesaikan masalah ini," kata Bolivar.
Korea Utara terang-terangan berencana mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang bisa mencapai daratan Amerika Serikat. Negara terisolasi itu menyebut program yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB itu diperlukan untuk menangkal agresi AS.
Pada akhir pekan lalu, Korut menyatakan telah berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai ke daratan utama Amerika.