Dikutip dari Reuters, Lembaga Observasi Hak Asasi Manusia menyebut, korban tewas tersebut termasuk sebuah keluarkan dengan 14 orang anggotanya yang telah melarikan diri dari Gurun Palmyra ke Raqqa.
Sementara itu, Juru Bicara koalisi pimpinan AS tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar tersebut. Namun, koalisi tersebut sebelumnya mengatakan akan berusaha keras untuk menghindari korban siil dan menyeldiki semua laporan serangan yang mengakibatkan terbunuhnya warga sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi yang dipimpin AS membantu kelompok tersebut dengan serangan udara dan sejumlah persenjataan dari pasukan khusus dan juga dengan mempersenjatai SDF yang dipimpin orang Kurdi. Bantuan diberikan Koalisi AS guna mengusuir ISIS dari Raqqa yang sudah dimulai sejak 2014 lalu, tanpa izin pemerintah Suriah maupun mandat PBB.
Lihat juga:Militer Suriah Rebut Wilayah ISIS di Homs |