Hal tersebut disampaikan oleh dua urang pejabat pertahanan AS yang mengetahui insiden tersebut. Mereka mengatakan gerakan drone itu memaksa pesawat Amerika untuk mengelak.
Drone QOM-1 itu sempat terbang 30 meter di bawah pesawat tempur AS dan 60 meter di sampingnya. Jet F/A-18 itu berada sejauh beberapa ratus meter dari kapal induk yang menantinya untuk mendarat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyebut tindakan itu "tidak aman dan tidak profesional" meski drone tersebut tampak tidak bersenjata. Demikian diberitakan CNN, Rabu (9/8).
Amerika Serikat menggunakan frekuensi radio darurat di lokasi untuk mengusir drone tersebut. Pada akhirnya, ia pun menjauh.
Komando Pusat Angkatan Laut AS melontarkan pernyataan menyusul informasi yang disampaikan kedua pejabat anonim itu.
"Meski sudah beberapa kali diminta melalui radio untuk menjauh," drone Iran "mengeksekusi perubahan ketinggian tidak aman dan tidak profesional di dekat F/A-18E."