Eskalasi lebih lanjut dalam perang Washington dengan Pyongyang terjadi sehari setelah Trump membuat dunia tertegun dengan pesan beraninya kepada Kim. Trump menyatakan akan menghadapi Korut yang dianggap mengancam AS dengan kekuatan besar yang selama ini belum dilihat dunia.
Komentar tersebut memicu ungkapan keprihatinan dari China dan juga dari sekutu AS. Pasar saham dan dolar pun tergelincir, seiring pernyataan tersebut karena investor mencari investasi pada tempat yang aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menerka Gambaran Perang Nuklir Korut-Amerika |
"Mudah-mudahan kami tidak akan pernah menggunakan kekuatan ini, tapi tidak akan pernah ada waktu dimana kami bukanlah bangsa terkuat di dunia!" ujar Trump dalam akun twitternya.
[Gambas:Twitter]
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dia sangat prihatin dengan ketegangan di Semenanjung Korea dan terganggu oleh meningkatnya retorika yang konfrontasi antara kedua belah pihak.
"Sekretaris Jenderal menyambut semua inisiatif yang akan membantu mengurangi ketegangan dan menghasilkan kembalinya diplomasi," kata juru bicaranya Stephane Dujarric.