"Mereka fokus pada studi mereka dan sudah tinggal dengan stabil di sini. Klaim Korut mengenai pemaksaan pernikahan itu tak berdasar," ujar juru bicara Kementerian Unifikasi Korea, Baik Tae-hyun.
Ia juga menolak permintaan Korut untuk membebaskan kedua belas orang itu, juga Kim Ryon-hui, seorang pembelot lainnya yang sebelumnya sudah pernah meminta dipulangkan ke Pyongyang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korsel pun kembali mengeluarkan pernyataan berbunyi, "Kami mendesak Korut untuk segera menerima tawaran dialog kami terkait itu reuni," kata Baik, sebagaimana dikutip Korea Herald.