Majikan Disebut Jadi Faktor Banyaknya TKI Ilegal di Malaysia

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 11/08/2017 17:15 WIB
Majikan Disebut Jadi Faktor Banyaknya TKI Ilegal di Malaysia
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut majikan menjadi faktor banyaknya TKI ilegal di Malaysia. Hal itulah yang kemudian menjadi pembahasan utama Retno dengan Menlu Malaysia Dato’ Sri Anifah Aman di Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (11/8).

Menurut Retno, permasalahan penduduk asing tanpa izin (PATI) dan pekerja imigran ilegal di Malaysia, bukan hanya terpaku pada para pekerja saja, tapi juga terletak pada setiap majikan yang berkeras mempekerjakan para imigran tersebut dengan status ilegal.

“Indonesia berharap Malaysia terus menegakkan fair regulation antara peran pekerja dan majikan dalam permasalahan pekerja imigran ilegal ini,” kata Retno.

Harapan ini diutarakan Retno menyusul razia yang tengah digencarkan Malaysia sejak awal Juli lalu. Dalam razia tersebut, sekitar tiga ribu imigran ilegal diringkus polisi Malaysia, sedikitnya 695 orang diantaranya merupakan TKI.


Dalam pertemuan komisi gabungan kerja sama bilateral (JCBC) RI-Malaysia ke-15 itu, Retno menuturkan, Indonesia berharap Malaysia segera menandatangani pembaruan perjanjian ketenagakerjaan antara kedua negara, khususnya nota kesepahaman (MoU) mengenai perekrutan dan penempatan pekerja domestik asal Indonesia.

Berdasarkan data pemerintah RI, sekitar 2,5 juta TKI berbasis di Malaysia.

Malaysia memperkirakan 50 persen dari 5 juta pekerja asing di negaranya merupakan PATI. Dari 2,5 juta PATI tersebut, sekitar 50 persen di antaranya merupakan TKI.

Tahun ini, Malaysia menargetkan dapat memutihkan 600 ribu PATI melalui program rehiring dan deportasi sukarela. Namun, hingga jatuh tempo pada 1 Juli lalu, hanya sekitar 155,162 PATI yang mengikuti program pemutihan ini, 35 ribu orang diantaranya merupakan TKI.


Indonesia menganggap, animo PATI rendah karena rumitnya persyaratan yang diajukan oleh Malaysia.

Karena itu, Retno meminta Malaysia bisa lebih memaksimalkan kebijakan rehiring dan deportasi sukarela ini bagi para pekerja imigran ilegal di negara itu, khususnya dengan lebih melibatkan para majikan dan pemberi pekerjaan dalam program ini.

Hal ini dilakukan Retno guna memperbesar kesempatan TKI ilegal di Malaysia agar bisa melegalkan status pekerja mereka, dan terhindar dari deportasi paksa atau masuk daftar hitam.