Trump Sebut Isu Rudal Korut Tingkatkan Pariwisata Guam

Hanna Azarya Samosir , CNN Indonesia | Sabtu, 12/08/2017 12:51 WIB
Trump Sebut Isu Rudal Korut Tingkatkan Pariwisata Guam
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengucapkan selamat kepada Gubernur Guam, Eddie Baza Calvo, karena isu ancaman rudal dari Korea Utara dapat meningkatkan pariwisata di pulau yang merupakan wilayah Amerika Serikat di Pasifik itu.

"Di seluruh dunia, semua membicarakan Guam. Pariwisata kalian akan meningkat sepuluh kali lipat tanpa biaya apa pun. Jadi, saya ucapkan selamat kepada Anda," ujar Trump dalam perbincangan telepon yang direkam dan diunggah ke laman Facebook milik Calvo.

Calvo pun mengajak Trump untuk berkunjung ke Guam. "Di sini seperti surga. Kepadatan hunian kami sekarang 95 persen. Setelah semuanya mereda, tingkat hunian kami akan mencapai 110 persen," tutur Calvo.

Terletak di perairan Pasifik, pulau seluas tiga perempat negara Singapura ini memang dilingkupi laut dengan pemandangan dan terumbu karang yang indah.


Selain itu, di Guam juga terdapat satu pangkalan udara AS, instalasi Angkatan Laut, sekelompok penjaga pesisir, dan sekitar 6.000 personel militer. Dari sanalah AS mengerahkan pasukannya untuk misi-misi di Pasifik.

Pulau yang disebut cukup tenang itu seketika menjadi sorotan ketika Korut mengumumkan persiapan mereka untuk menyerang Guam dengan rudal.

Korut bahkan sudah membeberkan detail rencana bahwa mereka akan melontarkan empat rudal jarak menengah, yang melintasi Jepang sebelum menghantam Guam.

Trump pun mengatakan bahwa militer AS sudah sangat siap menghadapi tantangan dari Korut ini. Ia bahkan mengatakan, AS sudah dalam kondisi "locked and loaded", salah satu istilah yang dipopulerkan melalui film "Sands of Iwo Jima" untuk menggambarkan situasi siap menembak.

"Jika dia melakukan sesuatu ke Guam atau tempat lainnya yang merupakan wilayah Amerika atau sekutu Amerika, dia akan sangat menyesal, dan dia akan menyesalinya dengan cepat," ujar Trump, sebagaimana dikutip AFP, Jumat (11/8).
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Silih Ancam AS-Korut