Maduro yang tengah kesulitan menghadapi kejatuhan ekonomi dan isolasi diplomatik menggunakan komentar Trump itu untuk menegaskan tudingan-tudingan selama ini bahwa Washington tengah mempersiapkan serangan militer.
"Semua mesti ikut dalam rencana pertahanan, jutaan perempuan dan laki-laki, mari kita lihat apa kata para imperialis Amerika itu," kata Maduro, dikutip Reuters, Selasa (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ribuan pendukung pemerintah berunjuk rasa di Caracas di mana dia mengecam pernyataan Trump yang menyiratkan "opsi militer" untuk menyelesaikan krisis Venezuela.
Lebih dari 120 orang tewas sejak protes anti-pemerintah dimulai April lalu, didorong kelangkaan makanan dan obat-obatan, diperparah pembentukan badan super legislatif yang dinilai membuatnya menjadi diktator.
Maduro mengatakan Trump dibuat bingung oleh para penasihatnya soal situasi di Venezuela.
Gedung Putih pada pekan lalu menolak permintaan Maduro untuk berbicara dengan Trump. Washington menyatakan baru mau berbicara dengan pemimpin Venezuela setelah negara itu kembali kepada demokrasi.
Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence mencoba untuk menenangkan kekhawatiran di kawasan soal pernyataan Trump dan menjanjikan solusi damai.
(aal)