"Jangan ada lagi perang di Semenanjung Korea. Apapun kemajuan dan kemunduran yang kita hadapi, masalah nuklir Korea Utara mesti diselesaikan dengan damai," kata Moon dalam pidato yang dikutip Reuters, Senin (14/8).
Amerika Serikat dan Korea Utara sama-sama mengisyaratkan opsi militer dan meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberikan "api dan kemarahan" untuk Korea Utara, sementara pemerintahan Kim Jong-un merespons dengan rencana untuk meluncurkan empat rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Joseph Dunford mengatakan opsi militer AS tengah disiapkan untuk dilakukan sewaktu-waktu jika sanksi atas peluncuran rudal dan uji coba nuklir Korut gagal.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan selama 50 menit dengan Moon untuk mendiskusikan isu-isu terbaru terkait provokasi Korea Utara, kata juru bicara kepresidenan Korsel, Park Su-Hyun.
Dunford berada di Seoul untuk berbicara dengan pejabat-pejabat militer setempat, termasuk Menteri Pertahanan Song Young-moo. Selanjutnya, dia akan mengunjungi China dan Jepang.
Kantor berita pemerintah KCNA menyebut Kim telah menerima laporan dari tentaranya terkait rencana untuk meluncurkan rudal ke daerah di sekitar Guam. Namun, disebutkan pula bahwa pemimpin negara terisolasi itu akan terlebih dulu melihat tindakan AS sebelum memutuskan langkah selanjutnya. (aal)