"Pemerintah kembali mengingatkan kepada WNI khususnya yang berada di Barcelona, Spanyol untuk meningkatkan kewaspadaan, mempelajari perkembangan keadaan/situasi tempat-tempat yang akan dituju, dan menghindari tempat-tempat yang dapat menjadi target aksi teror," demikian pernyataan Kemlu, Jumat (18/8).
Meski demikian, Kemlu memastikan bahwa tak ada WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Merujuk pada data Kemlu, ada 1.620 WNI di Spanyol, 120 di antaranya berada di Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Trapero, aksi ini terjadi ketika kawasan itu sedang disesaki pejalan kaki. Insiden ini pun merenggut 13 nyawa dan melukai sekitar 100 orang lainnya. Di antara korban tewas tersebut terdapat sejumlah warga asing, termasuk Belgia.
Sebagaimana dilansir AFP, polisi sudah membekuk dua orang yang diduga terkait dengan insiden ini. Namun, mereka masih memburu sopir yang menabrakkan mobil ke kerumunan itu.
Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, pun memerintahkan kepolisian untuk memperkuat keamanan pasca teror tersebut. Rajoy juga meminta polisi menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam teror di Las Ramblas.